May 5th, 2012 by riskiana
Bus adalah jalur fisik yg menghubungkan antara processor, memory dan I/O. Bus ini terbuat dari bahan konduktor, dalam implementasinya data itu berupa signal-signal listrik. Processor , Memory , dan I/O biasanya diproduksi oleh vendor yang berbeda-beda.
Jenis BUS:
1. Data BUS : memuat data yang akan diproses. menyatakan kecepatan proses processor, lebar jejak data processor, taksonomi processor, jumalh instruksi (opcode) yang dikenal oleh processor. semakin besar jumlah bit processor maka processor itu makin pintar.
2. Address BUs : membawa signal alamat antara processot, memoy,dan i/o.
Menentukan lokasi mana atau /I/O mana yang akan diakses oleh processor.
3. Control BUS : Menentukan sifat akses memory oleh processor.
fungsi :
- mengatur sinkronisasi kerja
control BUS terdiri dari :
1. COntrol Signal : pengatur kerja memory I/O
2. Control Timing : penentu pelaksanaan kerja Memory dan I/O
berdasarkan arahnya, Control BUS dibagi menjadi :
1. CoNTROL BUS dari Processor ke Memory ke I/O. Berupa perintah.
2. COntrol BUS dari I/O ke Processor. Berupa interupsi dari I/O
kemampuan akses pada I/O lambat karena format data dan bentuk nya beda.
Sifat akses :
READ: pengambilan data diperuntukan bagi processor.
WRITE: penyimpanan data ke Memory atau I/O
Interrupt request : permintaan interupsi oleh I/O. (I/O terdiri dari lebih dari satu).
Interrupt ACK (Acknowledge) : Layanan I/O ke processor.
BUS Grant : jawaban dari I/O dimana DMA nya diakui oleh processor.
urutan kerjanya : Addess Bus-> Control Bus-> Data Bus
Double Data Rate : konsepnya terdiri dari data bus in dan data bus out.
Sebelum ada teknologi DDR , konsepnya hanya terdiri dari 1 saluran yang digunakan untuk masuk dan keluar. sehingga membutuhkan bandwith yang besar.
May 5th, 2012 by riskiana
Jika kita ingin membangun sistem dengan berorientasi object , kita perlu memahami tentang design class dan method nya. Suatu sistem adalah kumpulan object.
Biasanya Fase Design dan Analysis adalah dua tahapan yang sering dilakukan berulang-ulang dalam fase project management karena tahap ini memang rentan sekali mengalami perubahan dan berhubungan dengan optimasi sistem.
Class Diagram adalah diagram yang mengambarkan hubungan antara class yang satu dengan class yang lain.
Hubungan class diagram tersebut antara lain terdiri dari:
1. Generalization (is kind of)
2. Aggregation
3. Asosiations
Method adalah Procedure atau function-function yang dimiliki class.
Komponen Class :
1. Nama Class
2. Atribut
3. Method : function/proses yang dimiliki class.
Cluster : kumpulan dari beberapa class.
Class adalah bahan dasar /building block dalam membangun sistem berbasis orientasi object.
Encapsulation : data dan proses yang digabung menjadi satu object.
Polymorphisme : Pesan yang sama diterjemahkan menjadi proses yang berbeda.
Inheritance : konsep dimana (atribut,method) dapat diwariskan ke subclass.
Multiple Inheritance dapat menimbulkan conflict karena terdiri dari dua method yang sama.
Suatu sistem yang baik harus memiliki komponen yang independence supaya mudah untuk dimaintain atau dikembangkan lagi karena jika satu komponen berubah tidak mempengaruhi komponen yang lain.
Design yang baik diukur oleh coupling,cohesion dan connascene.
Coupling : hubungan antar module.
Coupling : Mengukur derajat keeratan hubungan antara komponen satu dengan komponen yang lain.
ada 2 macam coupling : interaction dan inheritance.
Design yang baik memiliki Coupling serendah mungkin.
Cohesion : Mengukur hubungan bagian-bagian dari module satu sama lain.
Connascene :Hubungan dua module, Jika module yang satu berubah akan mempengaruhi module yang lain.
Sebaiknya kita minimalisasi connascene dalam membangun sistem.
Ada dua diagram yang menggambarkan interaksi antara satu object dengan object yang lain :
1. Sequence Diagram
2 .Collaboration/Communication Diagram
Restructuring Design dapat dilakukan dengan:
1. Factoring : Mengelompokkan class-class yang memiliki method yang sama.
2. Normalization : untuk menghindari duplikasi data . dalam hal ini berhubungan untuk efisiensi storage/penyimpanan data.
Data Persistence Formats : menyimpan data secara permanent . misalnya di dalam database.
Data Non PErsistence Format : menyimpan data non permanent biasaya di dalam memory.
Sequential access: misalnya type.
Random access : misalnya harddisk.
Application File Types:
- Master Files : file-file yang berisi data yang jarang berubah.
- Transaction Files : untuk menyimpan hasil transaksi.
- Lookup Files : biasanya berisi kode-kode sebagai referensi. misalnya : table kode post.
Relational Database : salah satu keunggulannya adalah integritas data lebih baik.