Archive for the 'Computer Architecture' Category

Proxy Server dan DMZ

 

Pengertian dari Proxy server adalah sebuah komputer server atau program yg digunakan untuk menangani permintaan dari client untuk melakukan request terhadap content-content yang terdapat di internet.  Jika digambarkan seperti di bawah ini.image

taken from http://flylib.com

Saat Client akan mengakses suatu web pada internet, terdapat sebuah media perantara yaitu proxy yang berfungsi sebagai gateway jadi request dari client akan masuk ke dalam proxy terlebih dahulu untuk diproses atau diolah baru kemudian dapat diteruskan untuk dapat terhubung ke internet. Nah, kenapa kita perlu membuat Proxy server, lalu apa saja fungsinya?

Dalam hal ini proxy dapa berperan antara lain sebagai :

- Filtering

Proxy dapat melakukan filter situs-situs mana saja yang dibolehkan atau tidak. Misalnya diterapkan dalam instansi pendidikan supaya siswa tidak dapat mengakses situs-situs yang berbau pornografi atau teroris,

- Caching

Saat webserver memberikan respon , maka yang akan menerima respon tersebut adalah Proxy Server. Setelah itu Proxylah yang akan meneruskan response ke client, namun selain itu Proxy Server juga melakukan penyimpanan data content terhadap cache, biasanya cache yang digunakan berupa File atau bisa juga memory. Jadi jika client meminta request yang sama ke proxy server, maka proxy tidak lagi melakukan request ke internet namun melakukan request ke cache proxy server tersebut. Hal ini dapat mempercepat proses request dan juga dapat meminimalisir penggunaan bandwith

Untuk menghubungkan jaringan private / business kita dengan jaringan public seperti jaringan Internet, tentulah kita harus mengatur aliran traffic paket dengan menggunakan perangkat Firewall yang diperkuat dengan policy keamanan. Dengan firewall, semua traffic dipaksa melalui satu check point tunggal yang terkosentrasi dimana semua traffic di kendalikan, di-authentikasi, di filter, dan di log menurut policy yang diterapkan pada firewall tersebut. Dengan cara ini, kita bisa mengurangi secara significant akan tetapi tidak menghilang kan traffic yang tidak kita harapkan yang akan mencapai jaringan private kita.

Kemudian bagaimana kalau kita akan meletakkan beberapa public resources (seperti server web) yang memang disediakan untuk bisa diakses oleh user umum dari internet dengan aman? Kita bisa menyediakan fasilitas web-server atau mail-server yang bisa diakses oleh public tanpa harus membiarkan mereka bisa leluasa masuk atau mengakses jaringan private corporate kita dengan jalan memberikan segmentasi pada system firewall kita dengan suatu jaringan perimeter atau lebih dikenal dengan Firewall dengan DMZ (Demilitarized Zones).

Firewall DMZ (Demilitarized Zone) – atau jaringan perimeter adalah jaringan security boundary yang terletak diantara suatu jaringan corporate / private LAN dan jaringan public (Internet). Firewall DMZ ini harus dibuat jika anda perlu membuat segmentasi jaringan untuk meletakkan server yang bisa diakses public dengan aman tanpa harus bisa mengganggu keamanan system jaringan LAN di jaringan private kita. Perimeter (DMZ) network didesign untuk melindungi server pada jaringan LAN corporate dari serangan hackers dari Internet.

Berikut contoh gambar implementasi DMZ Server

image

taken from http://flylib.com

Sistem Interkoneksi

Bus adalah jalur fisik yg menghubungkan antara processor, memory dan I/O.  Bus ini terbuat dari bahan konduktor, dalam implementasinya data itu berupa signal-signal listrik. Processor , Memory , dan I/O biasanya diproduksi oleh vendor yang berbeda-beda.

Jenis BUS:

image

1. Data BUS : memuat data yang akan diproses. menyatakan kecepatan proses processor, lebar jejak data processor, taksonomi processor, jumalh instruksi (opcode) yang dikenal oleh processor. semakin besar jumlah bit processor maka processor itu makin pintar.

2. Address BUs : membawa signal alamat antara processot, memoy,dan i/o.

Menentukan lokasi mana atau /I/O mana yang akan diakses oleh processor.

3. Control BUS : Menentukan sifat akses memory oleh processor.

fungsi :

- mengatur sinkronisasi kerja

control BUS terdiri dari :

1. COntrol Signal : pengatur kerja memory I/O

2. Control Timing : penentu pelaksanaan kerja Memory dan I/O

berdasarkan arahnya, Control BUS dibagi menjadi :

1. CoNTROL BUS dari Processor ke Memory ke I/O. Berupa perintah.

2. COntrol BUS dari I/O ke Processor. Berupa interupsi dari I/O

kemampuan akses pada I/O lambat karena format data dan bentuk nya beda.

Sifat akses :

READ: pengambilan data diperuntukan bagi processor.

WRITE: penyimpanan data ke Memory atau I/O

Interrupt request : permintaan interupsi oleh I/O. (I/O terdiri dari lebih dari satu).

Interrupt ACK (Acknowledge) : Layanan I/O ke processor.

BUS Grant : jawaban dari I/O dimana DMA nya diakui oleh processor.

urutan kerjanya : Addess Bus-> Control Bus-> Data Bus

Double Data Rate : konsepnya terdiri dari data bus in dan data bus out.

Sebelum ada teknologi DDR , konsepnya hanya terdiri dari 1 saluran yang digunakan untuk masuk dan keluar. sehingga membutuhkan bandwith yang besar.